Optimalkan PNBP Royalti, BRMP PH dan Satker Penerima Imbalan Rancang Kegiatan Pendukung Lisensi
Bogor (15/10) – Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) usai diperolehnya izin dan review penggunaan PNBP Royalti oleh mitra, menindaklanjuti dengan melaksanakan diskusi identifikasi kegiatan pendukung pelaksanaan lisensi bersama 6 Satker yaitu BRMP Serealia, BRMP Padi, BRMP Jabar, BRMP TROA, BRMP Tanah Pupuk dan BRMP Veteriner. Disebutkan Nuning, Kepala BRMP PH, saat diskusi yang berlangsung secara daring kepada seluruh Satker bahwa pihaknya sangat berterimakasih atas terselenggaranya penyediaan bahan sumber (benih, isolat, dan lainnya) dalam rangka produksi mitra pelisensi. Namun demikian, untuk mendukung kelanjutan di tahun 2027, Ia mengingatkan agar dana imbalan royalti yang dialokasikan kepada Satker saat ini benar-benar dimanfaatkan untuk penyediaan bahan dalam penyelenggaraan kerja sama lisensi di tahun 2027. Misalnya untuk BRMP Serealia, Fauziah Koes selaku Timker Layanan menyebutkan 4 varietas yang masih mendominasi dalam kerja sama lisensi yaitu NASA 29, HJ 21, JH 37 dan Bima 14 yang konsentrasi pendanaan yang diberikan akan ia bicarakan dengan Tim produksi agar penyediaan tetua tetap berjalan.
Selanjutnya dengan BRMP Padi, di tengah keinginan untuk mendorong scale up kepeminatan penangkar padi jenis inbrida yang sedang marak merasa penting untuk menyelenggarakan Temu Bisnis. Berkenaan dengan ini, dari diskusi yang dilakukan akan dirancangan kegiatan yang back to back dengan IP Talk Series yang berkaitan dengan bisnis padi bersertifikat, jelas Nuning. Berikutnya dengan BRMP Tanah dan Pupuk yang juga dihadiri oleh Kepala Balai Ibrahim Adamy Sipahutar, M.Si. Harapannya adalah untuk melakukan Bimtek guna pengenalan kembali Perangkat Uji kepada Petani untuk mempermudah pengujian tanah dan kesehatan tanah sebelum digunakan adalah hal yang cukup urgent dan penting untuk dilakukan.
Berikutnya dengan BRMP TROA diperoleh rencana peningkatan pengujian produk DEHAF sebagaimana pernah disampaikan oleh Pelisensor yaitu PT SOHO. Tentunya perencanaan kegiatan ini bisa dilakukan hanya hingga awal Desember dan kepastian pembelanjaan agar diperoleh RABnya segera di tanggal 16 Oktober 2026. BRMP Jabar yang baru tahun ini memperoleh imbalan merencanakan untuk memperkuat rencana produksi insektisida nabati dari paten yang telah dilisensikan juga. Berkenaan dengan ini akan dilakukan kunjungan lapang disamping juga melaksanakan penandatanganan perpanjangan lisensinya. Pun demikian diskusi dengan BRMP Veteriner yang tahun ini berhasil menggandakan perolehan imbalan royaltinya akan merancang kegiatan pengujian lanjutan dan pembelanjaan bahan yang diperlukan untuk memperkuat vaksin-vaksin yang telah dihasilkan.
Selama diskusi secara series dengan 6 Satker yang dilakukan secara daring ini, penyesuaian perencanaan alokasi berupa RAB dan juga memastikan realisasinya cepat dilakukan oleh seluruh Satker sangat penting karena akan memengaruhi kinerja realisasi di BRMP PH. Ucapan terima kasih disampaikan dan kiranya masing-masing Satker agar segera melaksanakan kegiatan yang telah dirancang, pihaknya terbuka selalu untuk diskusi dan Timker PEP, Jayu, SE.Ak, MBA yang selama diskusi aktif memberikan masukan dan percaya bahwa keberhasilan lisensi akan makin berkibar dengan terpetakannya dukungan dari Satker pengampu hasil invensi.