PIU Jabar Bergerak Rencanakan Exit Strategy ICARE
Lembang (2/9) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Barat (BRMP Jabar) pada periode implementasi Program ICARE di 5 kecamatan di Kabupaten Garut sebagai lokus ICARE disampaikan PIU-Jabar telah menyusun Business Model Canvas per koperasi sejak perencanaan ICARE dahulu dan saat ini sedang mempersiapkan exit strategy untuk memastikan keberlanjutan dari masing-masing bisnis di kawasan. Penjelasan ini disampaikan Yayan Rismayanti, S.Pt., M.P., selaku Penanggung jawab PIU ICARE Jabar saat membuka diskusi bersama Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) dalam rangka pelaksanaan kegiatan identifikasi fasilitasi mendukung implementasi Subkomponen A.1.D: Pengembangan Platform Pemangku Kepentingan Publik-Swasta (Public Private Partnership).
BRMP Jabar ini merupakan provinsi ke-4 ICARE yang menjadi lokasi diskusi identifikasi oleh BRMP PH. Nuning, Kepala BRMP PH menyampaikan apresiasi apabila Jabar sudah mulai mempersiapkan exit strategy. Langkah ini mulai dipersiapkan untuk memastikan bahwa bisnis yang dibangun selama pendampingan dari PIU benar-benar bisa menghidupi Koperasi dan anggota-anggotanya, tambah Nia Romania Patriyawaty, SP, M.Phil., selaku Penjab ICARE Jabar Subkomponen A.1.D.
Nuning menyampaikan bahwa dari 3 provinsi yang sebelumnya sudah dilakukan identifikasi untuk fasilitasi yang bisa dilakukan sebagaimana bahwa peran BRMP PH juga sepertinya mewakili Sekretariat BRMP, sedikitnya harus mampu memberikan orkrestasi dan masukan kepada Tim PMU, agar jangan sampai Balai atau Pusat yang memiliki kegiatan dari berbagai skema pendanaan di lokus kegiatan ICARE hanya sibuk pada pelaksanaan kegiatannya saja akan tetapi minim memberikan input terutama diperiode bahwa SOP Budidaya sampai ke SOP Pengolahan komoditas tidak dan belum diperoleh sementara penyediaan SOP adalah bagian dari implementasi penerapan modernisasi sesuai tusi BRMP Provinsi, tambah Nuning.
Di saat audiensi juga diperoleh informasi bahwa 21 judul CG, MG, dan KMP saat ini sedang berlangsung. Ketua koperasi, site manager, serta fasilitator sedang berbagi alokasi untuk memenuhi target pelaksanaan kegiatan. Oleh karenanya, BRMP PH menegaskan upaya identifikasi ini menjadi bagian dari keinginannya agar bisa melakukan suplementasi kegiatan dari yang belum diperoleh dari Satker-Satker dan mitra pelaksana lainnya, tambah Jayu, SE.Ak., MBA. selaku Tim Kerja PE BRMP PH.
Kondisi yang berbeda dari masing-masing PIU juga mendorong BRMP PH untuk bisa fokus pendampingan atau fasilitasinya, tambahnya. Ia menyebutkan bahwa dari pendanaan ICARE ini diharapkan PIU juga bisa mendorong teridentifikasinya perlindungan KI dari kegiatan-kegiatan yang sarat akan potensi perlindungan KI, tambahnya. Misal disebutkan Nuning adanya racikan atau bumbu olahan yang berpotensi rahasia dagang, atau juga pengemasan yang membutuhkan merek yang terlindungi. Di akhir diskusi, Nuning menyampaikan bahwa rencana selama 2 hari ke depan untuk berkunjung ke koperasi. Nia menyampaikan sebanyak 4 koperasi dari 4 kecamatan akan dikunjungi dan masing-masing memiliki keunggulan. Misal telah dihasilkannya PCO, pembenah tanah berbasis mikroba, olahan kentang, silase, dan juga olahan daging domba, yang sudah menjadi bisnis dari koperasi-koperasi, jelasnya.