BRMP PH Dukung Gerakan Tanam Nasional: Serahkan Benih dan Laporan Geolistrik untuk Percepatan IRPOM
Kabupaten Cianjur (31/8) — Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan dan pencapaian swasembada pangan nasional berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 dengan target nasional seluas 70.000 hektare. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, tersebut juga dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Cianjur yang mengambil lokasi di Blok Belendung, Desa Lembahsari, Kecamatan Cikalongkulon.
Di Kabupaten Cianjur, kegiatan Gerakan Tanam Serempak diawali dengan pelaksanaan tanam bersama di Blok Belendung, Desa Lembahsari, pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti agenda nasional secara daring melalui zoom meeting dari rumah Ketua Gapoktan.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Cianjur, Abdul Sidik, S.P., M.M., dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Kabupaten Cianjur turut berkontribusi dalam Gerakan Tanam Serempak nasional melalui kegiatan tanam seluas 10 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari dukungan Kabupaten Cianjur terhadap percepatan tanam dan peningkatan produksi padi nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Museum Tanah Pertanian selaku Penanggung Jawab Brigade Pangan Jawa Barat Wilayah Selatan, Anes Nasrullah, S.Ant., M.A., menyampaikan bahwa optimalisasi lahan pertanian menjadi langkah penting dalam mendukung pencapaian target produksi padi, khususnya memasuki bulan September. Menurutnya, lahan-lahan yang telah tersedia perlu segera dioptimalkan agar mampu meningkatkan indeks pertanaman dan menjaga kesinambungan produksi pangan.
Dukungan terhadap percepatan tanam juga disampaikan oleh Kepala Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian selaku Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (PJ LTT) Kabupaten Cianjur, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi, dan Pemantauan, Jayu, S.E., Ak., MBA. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama dalam mendorong percepatan tanam di Kabupaten Cianjur, khususnya para penyuluh pertanian yang secara konsisten mendampingi petani dan menyampaikan laporan perkembangan LTT setiap hari.
Apresiasi juga disampaikan kepada para petani yang tetap bersemangat melakukan pertanaman padi meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan. Dalam percepatan LTT ini, peran penyuluh menjadi sangat strategis, tidak hanya dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani, tetapi juga dalam mengidentifikasi kendala tanam, memetakan permasalahan lapangan, serta mencari solusi bersama pemerintah daerah, kelompok tani, dan unsur terkait lainnya.
Melalui peran sebagai PJ LTT Kabupaten Cianjur, Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan tanam di wilayah tersebut. Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi, pendampingan, fasilitasi data sumber air dalam, serta upaya membantu mengatasi berbagai hambatan yang memengaruhi realisasi tanam, terutama pada wilayah-wilayah yang menghadapi keterbatasan air.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Ali, S.Hut., M.AP, menyampaikan bahwa Kabupaten Cianjur memiliki kontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Saat ini, irigasi di Kab. Cianjur yang secara aktif mengairi lahan pertanian sekitar 50 persen, namun demikian Kabupaten Cianjur telah menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung swasembada pangan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P dalam arahannya secara daring dari pusat Gertam menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Serempak kali ini merupakan pelaksanaan ke-13 dan menjadi bagian dari upaya percepatan tanam di berbagai daerah. Dengan target nasional seluas 70.000 hektare, kegiatan ini diarahkan untuk mengejar peningkatan indeks pertanaman, terutama pada lahan-lahan Oplah dan CSR.
Dalam arahannya juga disampaikan bahwa sektor pertanian tetap menunjukkan kinerja positif meskipun menghadapi tantangan kekeringan dan fenomena El Nino. Berdasarkan data yang disampaikan BPS, produksi pertanian tahun 2026 masih mampu tumbuh sekitar 1 persen. Selain itu, stok beras di Bulog mencapai 5,2 juta ton, sementara produksi beras nasional mencapai 38,6 juta ton. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, serta dukungan intervensi Kementerian Pertanian melalui bantuan benih, pupuk, irigasi, pompanisasi, dan berbagai program pendukung lainnya. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap percepatan tanam di Kabupaten Cianjur, Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian menyerahkan bantuan benih padi secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Balender, Kelompok Tani Belendung, dan Kelompok Tani Dawuan Luhur. Bantuan benih tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pertanaman dan memperkuat pencapaian target LTT di Kabupaten Cianjur.
Selain menyerahkan bantuan benih, Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian juga menyerahkan Laporan Hasil Survei Geolistrik Tahap II sebanyak 7 titik yang berada di Kecamatan Cikalong Kulon dan Kecamatan Haurwangi. Laporan tersebut disampaikan kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur serta Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Cianjur.
Laporan hasil geolistrik tersebut memuat indikasi awal potensi air tanah bawah permukaan pada sejumlah lokasi terdampak kekeringan. Dokumen ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sebagai bahan pendukung dalam penyusunan dan pengusulan Irigasi Perpompaan (IRPOM), sehingga wilayah-wilayah yang mengalami kendala ketersediaan air dapat memperoleh dukungan penanganan secara lebih cepat dan tepat.