Agri IPR Talks Seri 1 Fasilitasi 4 Paten Terdaftar BRMP
Bogor (27/7) – Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) sesuai dengan tugasnya dalam melaksanakan pengelolaan hasil di tahun 2026 melaksanakan kegiatan baru ‘Agri IPR Talks’ sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dikemas dalam Bimtek Penyusunan Deskripsi Paten. Series 1 kali ini sebagaimana pengantar pembuka dari Jayu, SE.Ak., MBA selaku Ketua Timker Program, Evaluasi dan Pemantauan Hasil menyampaikan bahwa Seri 1 ini, selain bentuk peningkatan kapasitas SDM, bimtek ini juga dapat secara langsung mengimplementasikan informasi yang diperoleh untuk perbaikan deskripsi paten sebanyak 4 judul. Pemeriksa Paten DJKI akan memberikan masukan dan arahan perbaikan untuk deskripsi paten sebelumnya.
Saat arahan pembukaan kegiatan “Agri IPR Talks” Kepala BRMP Pengelola Hasil, Nuning Nugrahani menyampaikan bahwa kantornya tahun lalu sudah memfasilitasi 24 judul dan tahun ini kebetulan yang sudah masuk tahapan pembahasan substantif sebanyak 4 judul paten yaitu dari BRMP Veteriner berjudul ‘Formula Obat Topikal Herbal Agroveto’, dari BRMP Mektan paten berjudul ‘Mesin Panen Padi Tipe Kombinasi untuk Lahan Sawah Berdaya Dukung Rendah’, dari BRMP Yogyakarta berjudul ‘Formula Kemasan Primer dari Pati Ubi Kayu’, dan paten dari BRMP Jatim berjudul ‘Formula Kerupuk Jagung’. Ke-empat paten ini masih perlu didampingi oleh inventor dan perekayasanya dan apabila dilakukan penyusunan ulang deskripsinya harus diikuti sesuai dengan hasil pemeriksa Paten. Disebutkan bahwa kegiatan ini penting dipahami ditingkat struktural, agar dari Satker BRMP juga terbiasa dan memahami esensi novelty dari perlindungan patennya, disamping juga memahami nanti pengelolaan potensi ekonominya, jelas Jayu.
Hal penting disampaikan oleh Nuning di akhir pembukaan kegiatan, bahwa apabila nanti perlindungan paten sudah diterima sertifikatnya esensi pemanfaatan hingga bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas adalah hal yang paling utama. Jangan sampai setelah paten diberi sertifikat malahan terlupa untuk mendorong pemanfaatan yang bernilai ekonominya. Penyampaian harapan dari Kepala Balai agar kegiatan peningkatan kapasitas dalam penyusunan deskripsi paten ini dapat diikuti dengan baik oleh Inventor dan Perekayasa. Harapan lainnya juga agar masukan konstruktif ini dapat mendorong perlindungan paten yang tentunya juga sejalan dengan program hilirasi Pemerintah, tutupnya.
Hingga akhir pelaksanaan kegiatan dari 4 kelompok yang difasilitasi dalam pembahasan per paten, diperoleh hasil bahwa 2 paten di antaranya hanya perbaikan minor sehingga bisa dapat segera difinalkan. Sedangkan 2 judul paten lainnya masih diperlukan perbaikan mayor, dalam hal ini perlu penyesuaian judul agar cakupan perlindungan patennya bisa lebih luas.