BRMP Pengelola Hasil Jalin Kerja Sama Perpustakaan dengan BBPMSOH
Gunung Sindur (15/07)– Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik dan informasi, Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP Pengelola Hasil) melakukan kunjungan ke Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) guna membangun sinergitas kerja sama melalui pengembangan layanan perpustakaan. Kepala BRMP Pengelola Hasil, Nuning Nugrahani hadir bersama Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pemanfaatan Hasil bersama fungsional Pustakawan BRMP PH dan Sekretariat BRMP. Pertemuan yang berlangsung di Ruang AWR BBPMSOH, Gunung Sindur Kab. Bogor ini berfokus pada dua agenda utama yakni mendukung akreditasi perpustakaan dan pengenalan tugas dan fungsi dari BRMP Pengelola Hasil yang spesifik yakni tata kelola Hak Kekayaan Intelektual (HKI) lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Awal Tahun 2026 ini, Kepala Balai BRMP Pengelola Hasil memberikan tantangan besar kepada tim perpustakaan untuk mencapai status terakreditasi. Tujuannya untuk memperkuat tusi organisasi dan tentunya dalam pemberian layanan publik yang prima. Nuning menyampaikan bahwa perpustakaan BRMP Pengelola Hasil adalah perpustakaan spesifik yang mengelola dokumen-dokumen kekayaan intelektual (KI) rezim paten.
Hal ini diperjelas oleh salah satu pustakawan BRMP Pengelola Hasil, Mumuh Buhary, S.Hum bahwa perpustakaan balai diarahkan untuk tidak hanya menjadi tempat menyimpan atau mengelola buku, tetapi juga sebagai unit layanan yang dapat membantu inventor/peneliti dalam melakukan penelusuran informasi paten pembanding (prior art) sebagaimana dengan standar persyaratan penyusunan deskripsi paten di DJKI. Saat ini, secara digital melalui https://digilib.brmpkementan.id/pengelolahasil/ dapat diakses lebih dari 400 judul paten granted yang dapat dimanfaatkan sebagai paten pembanding oleh inventor dari mana saja secara luas dan gratis, ujar Mumuh.
Pada kegiatan ini, Tim yang dipimpin oleh Nuning juga mengenalkan layanan utama yang melekat di BRMP Pengelola Hasil terutama pentingnya awarenes terhadap pelindungan KI. Nuning mencoba menggali potensi hasil kerja di BBPMSOH bernilai KI yang bisa saja bermula dari metode pengujian laboratorium. Potensi KI ini kedepan bisa didorong dalam pemanfaatan yang lebih luas dan terukur, bahkan komersialisasi karena pemanfaatan KI berpelindungan dilakukan dengan pemberian lisensi dengan output hasil PNBP Royalti, jelas Nuning.
Adapun dari pihak BBPMSOH, drh. Anik Winanningrum, M.Si selaku Kepala Bagian Umum BBPMSOH, menyambut baik rencana kerja sama dan sangat terinfokan dengan informasi yang telah disampaikan Tim BRMP Pengelola Hasil. Jika diingat kembali, beberapa metode uji yang dimiliki oleh BBPMSOH sudah diadopsi oleh beberapa laboratorium swasta secara komersial, padahal ini juga bisa dikelola dengan baik untuk mendatangkan manfaat ekonomi bagi negara jika metode tersebut diberi perlindungan KI, tutur Anik.
Pun demikian dengan peran perpustakaan, meski dengan satu-satunya pustakawan yang dimiliki oleh BBPMSOH, sepertinya juga menjadi penting untuk mendorong akreditasi. Diharapkan dengan tercapainya kesepakatan kerja sama perpustakaan ini, bisa saling memberikan dukungan dan bimbingan dalam pengelolaan maupun dari sisi ruang lingkup kerja sama yang disepakati, sebut Anik lagi dan diamini oleh Pustakawan BBPMSOH.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang akan ditandatangani kepala satker, mencakup saling tukar informasi, pendampingan pengelolaan perpustakaan, hingga kolaborasi dalam meningkatkan keterpakaian koleksi ilmiah. Sinergi ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi kedua belah pihak untuk saling mendukung dalam mencapai standar pelayanan prima pengelolaan perpustakaan, baik literasi ataupun mendukung kinerja organisasi, tutup Nuning.