Manajemen BRMP PH Siapkan Strategi Penyelesaian Piutang Royalti
Bogor (31/3) – Tim Keuangan BRMP Pengelola Hasil sejak akhir Semester ke-2 2025 telah mendapat amanah untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dalam rangka penyelesaian piutang PNBP Royalti. Disampaikan Mulyawan, SE selaku Kepala Subbag Tata Usaha, BRMP PH bahwa Timnya saat ini terus melakukan update dan sinkronisasi data berkaitan dengan agenda penyelesaian piutang royalti, jelasnya saat mengantarkan pelaksanaan Pertemuan Rutin Manajemen. Disebutkan bahwa agenda pembahasan kegiatan ini mendukung akuntabilitas Balai PH selaku pengelola PNBP royalti, tambahnya.
Hasil update data dari hasil temuan BPK 2019 telah dilakukan oleh PPK, Ade R. Santosa, S.Sos. Namun, beberapa data belum sinkron terutama untuk 2 Perusahaan yang ternyata sudah melakukan pelunasan, jelasnya. Nuning menyampaikan bahwa rencana penyelesaian berkaitan dengan piutang ini akan dilakukan bersama dengan KPKNL Bogor dan seluruh dokumen agar disiapkan sesuai dengan folder per nama mitra, jelasnya. Hal mengenai kebutuhan data disebutkan Mulyawan yang dibutuhkan adalah dokumen perjanjian lisensi, 3 dokumen penagihan kepada mitranya dengan diikuti tanda terima bukti penagihannya, jelasnya.
Rencana berkaitan dengan 11 kondisi macet dari catatan temuan BPK tersebut, maka 1 diantaranya akan diupayakan dilakukan pengalihan penagihan, disamping juga dilakukan upaya penghapusan sedangkan upaya PPNTO baru bisa dilakukan setelah 10 tahun, jelasnya. Dan berkaitan dengan kondisi bahwa aturan-aturan berkaitan dengan PNBP banyak diantaranya baru terbit setelah tahun 2019 maka tentunya apa yang akan diproses harus dilakukan dengan konsultasi dengan Biro terkait. Nuning mengingatkan apa yang menjadi pembenahan berkaitan dengan administrasi secara berurutan sejak pembuatan kode billing, penyetoran dilakukan dari mitra harusnya diikuti ketika menyetorkan disebutkan juga dalam keterangan penyetorannya nama varietasnya termasuk apabila merupakan penyetoran denda. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa denda akan masuk kepada kas negara, tutup Nuning.