UD Defin Jaya Mandiri Pelisensi Nilam Patchoulina 2
Bogor (13/3) – UD Defin Jaya Mandiri adalah satu-satunya pelisensi nilam varietas Patchoulina 2 yang bersertifikat perlindungan varietas tanaman yang dihasilkan oleh BRMP Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA). Nilam dikenal sebagai penghasil minyak atsiri yang bernilai tinggi dan banyak menjadi bahan parfume. Atsiri Nilam sering disebut sebagai Patchouli Oil. UD Defin sudah melisensi Nilam ini sejak 2021, kali ini guna perpanjangan masa lisensinya, UD Defin melaksanakan verifikasi lapang dengan BRMP TROA secara daring. Dengan keterbatasan dan fasilitasi jaringan video, ditunjukkan oleh UD Defin bagaimana pengemasan untuk benih nilam yang dijualnya dalam bentuk stek dilakukan.
Bapak Kodrat, selaku Direktur UD Defin Jaya Mandiri menjelaskan bahwa diperiode ia melisensi Nilam Varietas Patchoulina 2, ada beberapa persyaratan yang menjadi kendala terutama berkaitan dengan pelaksanaan labeling dan sertifikasi kebun dan benihnya. Disamping bahwa ia menilai bahwa sosialisasi berkaitan dengan penggunaan benih nilam bersertifikat ini masih minim, jelasnya. Masa sertifikasi yang pendek, sementara untuk prosesnya memakan waktu yang cukup lama membuatnya hanya memiliki waktu yang pendek untuk menjual benih-benihnya, tambahnya.
Oleh karena itu, Nuning Nugrahani, Kepala BRMP Pengelola Hasil meminta agar apa yang disampaikan oleh mitra menjadi catatan untuk sama-sama mendorong perbaikan di level penyediaan labeling dan sertifikasi yang lebih baik lagi, karena masih dalam satu naungan Kementerian Pertanian pelayanannya, jelasnya. Nuning mengapresiasi kesabaran UD Defin dalam mengikuti seluruh tahapan proses labeling dan sampai akhirnya diperoleh label sertifikat kebun benih induk bagi kebunnya yang seluas 0,5 ha ini di Madiun dan Karanganyar. Produksi benih yang ia pasarkan selama ini berdasarkan Pre-Oder (PO) dan sudah ada beberapa Lokasi seperti Sultra dan Jateng yang berminat memproduksi juga, tambahnya. Namun, dikarenakan belum adanya penetapan kebun benihnya maka upaya kerja sama produksi ini masih belum ia lakukan, jelasnya lagi.
Disaat verifikasi juga ditunjukkan melalui realtime video bagaimana cara packaging benih stek nilam dilakukan dengan mengurangi banyaknya daun pertunasnya hingga dimasukkan dalam kardus dan dalam prosesnya selalu dilakukan dengan menggunakan agen hayati dan dibungkus dengan alas plastic dan cocopeat. Saran dan perbaikan diberikan dari Teknisi Kebun BRMP TROA, Bapak Jajat terutama dengan menggunakan kertas tisu gulung yang diberi sedikit air untuk memastikan dan menjamin kelembaban dari stek yang dikirimkan, jelas Jajat yang menurutnya juga akan jauh berhemat karena tidak menggunakan cocopeat.
Di sesi akhir, disebutkan bahwa UD Defin meminta agar pihaknya dapat dibantu menyosialisasikan penggunaan benih nilam berlabel kepada masyarakat, sehingga ada sisi edukasi yang dipahami bersama atas manfaat untuk memperluas penggunaan benih nilam bersertifikat ini, tutupnya. Nuning menyambut usulan tersebut untuk secara bersama-sama saling mendorong sosialisasi sertifikasi benih nilam ini bersama BRMP TROA, karena tanpa upaya sosialisasi maka ke depan dikhawatirkan makin banyak benih nilam yang tidak bersertifikat beredar di masyarakat, khususnya para petani, tutup Nuning mengakhiri verifikasi lapang untuk UD Defin agar memperoleh perpanjangan lisensi lagi.