Antisipasi Capaian LTT Provinsi Jawa Barat Periode Mei 2026
Depok (25/5) – Direktur Serealia, Gunawan, S.P., M.Si, selaku Penanggung Jawab Pencapaian Swasembada Pangan 2026 Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rakor Pelaksanaan Kegiatan Utama Kementan termasuk berkenaan dengan pendampingan Luas Tambah Tanam (LTT) khusus untuk Provinsi Jawa Barat. Ia menyampaikan bahwa hingga di akhir Mei, antisipasi capaian LTT Provinsi Jawa Barat belum menggembirakan seperti halnya di periode yang sama tahun lalu, demikian jelasnya.
Selain dihadiri oleh Penjab di lingkup Kota/Kabupaten di Jawa Barat, pertemuan yang berlangsung di Depok juga menghadirkan Dinas Provinsi dan Direktorat Jenderal Teknis lingkup Kementan. Dalam pertemuan ini, Gunawan menyebutkan ada beberapa lokasi Kota/Kabupaten sentra produksi padi yang saat ini menunjukkan capaian LTT-nya menurun, seperti di Karawang, Subang, dan Indramayu, paparnya. Yayat, selaku perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi oleh lokasi-lokasi tersebut, misalnya Subang terkendala dengan kondisi irigasi teknis dimana beberapa pintu air bocor karena infrastrukturnya yang sudah tua. Adanya dampak yang dirasakan pada tahun ini, memang seharusnya irigasi tersebut perlu mendapatkan perbaikan dan penanganan, tambahnya.
Ir. H. Nandang Sudrajat, M.H. selaku Tenaga Ahli Mentan yang juga hadir pada pertemuan mengungkapkan bahwa apa yang menjadi penyebab turun harus diidentifikasi sejak awal, termasuk pengaruh posisi libur hingga akhir Mei ini. Di Jabar, menurutnya masih relatif ada air dan Ia sering berkoordinasi dengan pihak BBWS. Mengenai hal ini memang perlu dilakukan koordinasi terus menerus apa yang menjadi kendala di lapang, jelasnya.
Direktur Wilayah/Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar, S.P., M.Si, menyampaikan bahwa dari pihaknya siap selalu mengawal sebagaimana BRMP memang mendapat mandat tugas tanggung jawab yang cukup besar. Oleh karenanya, inisiasi pertemuan ini dilaksanakan terutama untuk mengoordinasikan hampir semua kegiatan Ditjen Teknis yang melibatkan BRMP, sebutnya. Dari beberapa pemapar program yang diundang, yang tidak hadir dari Ditjenhorti, Ditjen PKH, dan Ditjen LIP, padahal ketiganya memiliki keterkaitan program yang cukup banyak dengan pihak BRMP Jabar terutama atas kegiatan-kegiatan penyebaran benih, pupuk bersubsidi, cetak sawah, serta kegiatan lain yang CPCLnya ada pada pelaksanaan BRMP Jabar, tambahnya.
BRMP Pengelola Hasil hadir sebagai Penjab 2 Kabupaten, yaitu Cianjur dan Bekasi. Nuning Nugrahani, Kepala Balai, menginformasikan bahwa dikondisi per tanggal 25 Mei, keduanya sudah beranjak ke kuning, untuk Bekasi sudah menjadi 69,19% dan untuk Cianjur baru 66%, jelasnya. Pada kesempatan lain, pandangan dari penugasan ini dirasa memang membutuhkan pembiayaan khusus, sementara saat ini RO Khusus untuk mendukung pembiayaan tugas pendampingan di kedua Kabupaten belum dapat optimal dilaksanakan. Harapannya, adanya tugas baru yang penuh tantangan maka perlu dilaksanakan dengan pelibatan banyak pihak, karena kendala yang dihadapi tidak dapat ditangani secara mandiri dan membutuhkan koordinasi yang kuat, tambahnya.