Bank Mandiri Jaga Stabilitas Ekonomi PMI dengan Identifikasi Peluang Usaha dari Inovasi BRMP
Bogor (10/10)- Pasca audiensi Bank Mandiri ke kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang digelar baru-baru ini, segera dilakukan tindak lanjut dengan menghadirkan satker lingkup BRMP guna menyampaikan beberapa peluang usaha/bisnis yang menjanjikan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air. Kepala BRMP Pengelola Hasil, Nuning Nugrahani, yang akan memoderatori Diskusi yang berlangsung di ruang rapat BRMP SDLP Lt. 2 Bogor ini, menjelaskan bahwa BRMP saat ini terbuka untuk kolaborasi pertanian, dalam konteks kolaborasi yang mengedepankan insklusifitas dan terutama mendorong pemanfaatan hasil-hasil yang lebih luas lagi di masyarakat.
Salah satu kegiatan kolaborasi yang tengah dilaksanakan BRMP yakni program ICARE dengan pendanaan World Bank yang melibatkan 13 komoditas strategis yang tersebar di sembilan provinsi. Program-program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam negeri, tetapi juga mendorong ekspor produk Indonesia, jelas Nuning lagi. Salah satu kunci keberhasilan dari usaha sektor pertanian yakni bagaimana membangun pasar atau hadirnya offtaker hasil dari produksi. BRMP Pengelola Hasil sebagaimana tusinya saat ini dalam pengelolaan hasil juga memiliki mandat mendorong pemanfaatan berbagai teknologi yang telah dihasilkan baik berupa ATB bernilai Kekayaan Intelektual maupun hasil perakitan dan perekayasaan ke berbagai kalangan pengguna, tentunya dengan mekanisme yang telah ditetapkan, salah satunya yakni kerja sama lisensi.
Disebutkan oleh Ibu Tutsri sebagai Project Manager Bank Mandiri, bahwa selama ini upaya yang dilakukan Bank Mandiri tidak hanya pendampingan dan literasi keuangan kepada PMI saat masih di luar negeri agar bijak mengelola keuangan, tapi juga membantu menjaring potensi ide usaha mendukung kewirausahaan PMI, termasuk pendanaan, pelatihan, dan inkubator bisnis, sekembalinya ke Tanah Air. Tujuannya agar PMI dapat menjadi pengusaha sukses dalam negeri dan tidak berkeinginan kembali ke luar negeri lagi, jelasnya.
Lebih lanjut oleh Tim Bank Mandiri menjelaskan salah satu program unggulan yang dijalankan Bank Mandiri yakni Mandiri Sahabatku, sebuah program berkelanjutan yang bertujuan menjadikan PMI sebagai pengusaha yang berkontribusi pada perekonomian nasional, termasuk menjadi eksportir. Adapun dari hasil identifikasi, PMI ternyata menunjukkan kepeminatan usaha yang beragam, dari beberapa negara tertentu, seperti Jepang dan Korea, lebih dari 50% PMI cenderung ingin berusaha di sektor pertanian dan peternakan.
Satker yang hadir untuk menyampaikan materi promosi peluang usaha sektor pertanian dari BRMP dimulai dari BRMP Tanaman Pangan yang menyampaikan potensi usaha perbenihan di tanaman pangan, secara khusus jika ingin bergerak sebagai penangkar benih, apalagi saat ini program strategis Kementerian Pertanian adalah Swasembada Pangan dengan komoditas utama Padi dan Jagung. Materi lainnya berasal dari BRMP Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memberikan gambaran peluang usaha penggemukan dan pembibitan sapi, kambing, hingga unggas khususnya ayam dan itik dengan produksi pedaging maupun petelur. Sementara itu, BRMP Pascapanen berfokus pada potensi usaha dari berbagai produk olahan seperti yoghurt, nasi seduh, minyak cabai, dan abon cabai yang memiliki potensi pasar yang besar, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor.
Tidak ketinggalan dari BRMP Perkebunan dengan varietas perkebunan, termasuk Kopi Binturong yang memiliki kekhasan rasa, lalu dari BRMP Biogen dengan berbagai informasi varietas hasil bioteknologinya, baik itu pangan hingga pakan ternak, contohnya rumput Biograss yang memiliki permintaan tinggi namun ketersediaannya minim. Tidak ketinggalan dari BRMP Tanah dan Pupuk yang menyampaikan peluang usaha pada pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah, yang prosesnya sangat mudah, namun memang kedepan jika ingin besar, memerlukan langkah serius untuk menjaga kualitas dan mutu produknya, termasuk dengan penerapan SNI.
Bank Mandiri berharap, dari BRMP menyampaikan informasi paket teknologi yang didalamnya ada muatan pelatihan dan bimbingan teknis. Keterlibatan BRMP sangat penting agar PMI nantinya mendapatkan arahan dalam mengelola usahanya.
Sekretaris Badan, Husnain, SP., MP., M.Sc., Ph.D dalam sesi diskusi menyempaikan agar masing-masing pihak melakukan komunikasi yang lebih intens guna membangun kemudahan akses bagi PMI terhadap peluang usaha sekembalinya ke Indonesia, sehingga mereka bisa langsung terjun ke dalam dunia usaha dengan dukungan yang tepat, ujarnya. Dengan kolaborasi antara BRMP dan Bank Mandiri, diharapkan para PMI yang telah berjuang di luar negeri dapat kembali membangun masa depan mereka di tanah air melalui usaha yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.