Komponen 4: Usulkan 4 layer Akses pada Penyusunan Satu Akses SDG Pertanian
Bogor (30/4) – Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) sebagai Koordinator Komponen 4: Penguatan Manajemen Pengetahuan melaksanakan Koordinasi Internal lingkup Kementerian Pertanian berkaitan dengan identifikasi langkah pencapaian Output 4.1.1: Platform Satu SDG Pertanian. Dalam paparan pembuka yang dilakukan oleh Koordinator Komponen 4, menyampaikan bahwa proyek CDCSUI akan berakhir di bulan September 2027, dan platform satu SDG Pertanian ini merupakan hal yang urgent untuk dapat dipersiapkan dan oleh karenanya, perlu dilakukan koordinasi.
Disebutkan Nuning, bahwa koordinasi diinternal lingkup BRMP telah dilakukan sejak tahun lalu dan hasil identifikasi datanya saat ini sudah disimpan dalam cloud internal BRMP. Namun demikian, tindak lanjut usai pengumpulan data tersebut belum dilanjutkan, jelas Aulia, MM selaku Kapoksi Evalap dan Layanan Data dan Perizinan. Disebutkan Aulia juga bahwa data yang dikumpulkan saat ini masih dalam beragam format data SDG dan sementara belum dapat dilanjutkan seperti apa nanti pengemasannya, ungkapnya lagi.
Periode saat ini dari pengelolaan SDG yang dilingkup BRMP belum berada pada pengampuan BRMP Biogen sebagaimana tusi Permentan 10/2025 memang dikarenakan belum adanya RO/KRO Pengelolaan SDG di BRMP Biogen, sebagaimana hal ini pernah disampaikan dan kondisi penyediaan selanjutnya perlu didukung dengan clearance yang harus secara paralel disiapkan oleh BRMP Biogen. Misalnya dokumen berkaitan dengan Analisis Kebutuhan Sistem terutama untuk Sistem Pengelolaan Genom, Proses Bisnis, alur kerja (workflow), Pendaftaran PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik), Pihak yang terlibat, PRD dan fasiliasi SLA, hingga output yang dihasilkan, jelas Nugroho yang mewakili Pusdatin.
Disebutkan Nani Suwarni, Perwakilan PVTPP, bahwa memang kondisi pencapaian output hingga pada penyediaan One Access Point ini adalah upaya yang cukup rumit dan besar. Namun demikian, dari pihak PVTPP saat ini telah memiliki 1 akses aplikasi SIPERINTIS yang menjadi wadah bagi pemohon pendaftaran dan pemasukan SDG. Nani juga menyebutkan bahwa perencanaan SPBE dari PVTPP hingga dapat memperoleh SIPERINTIS ini dilakukan t-1, artinya sudah sejak tahun lalu diproses termasuk mempersiapkan SOTK dengan tusi yang selaras, tambahnya.
Diakhir Nuning, memperjelas bahwa hasil diskusi internal ini akan menjadi bahan diskusi ketika nanti dilakukan Dialog Teknis menindaklanjuti hasil FGD Januari 2026 lalu. Pihaknya juga mengidentifikasi kebutuhan ‘wadah’ ini diperjelas dulu dan rencana aksesnya nanti dilakukan dengan beberapa lapisan, atau minimal 4 layer akses, seperti Layer 1: Sumber data terdistribusi dari berbagai institusi (Kementerian/Lembaga, Internasional seperti Wipo atau CGIAR); Layer 2: Interoperabilitas data (integrasi dan standarisasi lintas institusi); Layer 3: Tata kelola (governance) dan keamanan data, termasuk pengaturan Access Benefit Sharing (ABS) (termasuk protokol Nagoya, FPIC, dan MAT); dan Layer 4: Aplikasi pemanfaatan data untuk analisis dan pengambilan keputusan bagi petani maupun pembuat kebijakan. Tentunya penyediaan layer-layer ini perlu nanti diperjelas secara sistem back end yang memadai, agar tidak terjadi kebocoran atau juga hal yang membahayakan bagi keamanan SDG kita, tutupnya.