Komitmen Tingkatkan Layanan, Perpustakaan BRMP PH Kantongi Akreditasi A
Bogor (30/7) – Setelah melalui proses penyusunan dan persiapan borang akreditasi secara intensif, Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP PH) melakukan proses akreditasi perpustakaannya, bersamaan dengan 2 perpustakaan lainnya di lingkup Kementerian Pertanian. Penilaian dilakukan oleh dua asesor, yaitu Farly Alnumeri, M.Hum. dari Perpustakaan Hukum Daniel S. Lev/Knowledge Center Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan (YSHK) serta Tatiek Widarti, S.Si. dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. memberikan hasil penilaian dengan total skor 93,43 atas 6 aspek yang dinilai yaitu Koleksi Perpustakaan, Sarana dan Prasarana Perpustakaan, Pelayanan Perpustakaan, Tenaga Perpustakaan, Penyelenggaraan Perpustakaan, dan Pengelolaan Perpustakaan. Hasil penilaian ini membawa Perpustakaan BRMP PH meraih Akreditasi A.
Dalam penyampaian hasil penilaian, Farly Alnumeri mengungkapkan bahwa BRMP PH dinilai telah mengelola perpustakaan dengan sangat baik. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat dokumentasi (library document), tetapi juga menghadirkan konsep library product yang sejalan dengan core business instansi, jelasnya. Hal ini dikareanakan melihat bahwa dokumen disini tidak hanya buku, akan tetapi juga produk dan ini memberikan literasi yang utuh kepada masyarakat. Ia juga menyarankan agar BRMP PH mengembangkan layanan yang lebih spesifik, seperti menghadirkan Pojok Kewirausahaan sebagai nilai tambah (selling point) perpustakaan yang juga menjadi bagian layanan Balai, tambahnya.
Saat sambutan diawal pelaksanaan penilaian, Kepala BRMP PH, Nuning Nugrahani, menjelaskan bahwa pelayanan perpustakaan didorong untuk akreditasi di tengah efisiensi anggaran tidak lain juga untuk memotivasi dan memperkuat pelayanan Satkernya. Akreditasi ini adalah bentuk implementasi dari komitmen melaksanakan pelayanan prima dengan berprinsip pada inklusivitas, jelas Nuning.
Perpustakaan BRMP PH selama periode perubahan organisasi aktif berkontribusi penting, mulai dari alih teknologi, penyiapan informasi standardisasi, dan saat ini semakin lengkap dengan pemanfaatan. Bahwa kondisi pelayanan pemanfaatan dari paten-paten yang dimiliki, sering menjadi acuan dari periset yang ingin menyusun rencana patennya, sebut Mumuh M. Buhary, S.Hum., selaku Kepala Perpustakaan BRMP PH. Sementara itu, Morina Pasaribu, M.Si., selaku Ketua Tim Kerja Pelayanan, Pengelolaan, dan Pemanfaatan Hasil, menjelaskan bahwa pelayanan perpustakaan dilakukan secara cepat dan responsif, mulai dari permohonan informasi hingga proses pemanfaatan hasil, dengan memanfaatkan layanan melalui WhatsApp. Apresiasi juga disampaikan oleh Widaryono Joko Saputro, selaku Kepala Kelompok Akreditasi Perpustakaan, Balai Besar Pustaka. Menurutnya, meskipun BRMP PH memiliki satuan kerja dan ruang perpustakaan yang relatif kecil, seluruh fasilitas layanan telah tersedia dengan baik. "Perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan berbagi pengetahuan," ungkapnya.
Terima kasih, disampaikan Kepala Balai kepada Tim BB Pustaka yang sejak awal telah membantu proses penilaian hingga diperolehnya akreditasi, pun demikian dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Bogor yang membina perpustakaan di wilayahnya. Harapannya saat penilaian pleno nanti dapat dipertahankan nilai akreditasinya, tutur Nuning. Selanjutnya, Widar mengajak partisipasi dari Perpustakaan dan Pustakawan BRMP PH dalam lomba perpustakaan lingkup Kementan. Tujuannya sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan yang inovatif, inspiratif, dan berkontribusi dalam mendukung peningkatan literasi serta penyebarluasan informasi di lingkungan Kementerian Pertanian, tutup Widar.